{"id":18,"date":"2026-05-08T15:24:55","date_gmt":"2026-05-08T15:24:55","guid":{"rendered":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/?p=18"},"modified":"2026-05-08T15:24:55","modified_gmt":"2026-05-08T15:24:55","slug":"fast-fashion-tren-yang-tak-pernah-berhenti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/?p=18","title":{"rendered":"Fast Fashion Tren yang Tak Pernah Berhenti"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Industri Fashion, Buat Bumi Hancur Lebih Cepat?\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/tZh7lBC_Z7o?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Setiap kali membuka aplikasi belanja online, selalu saja ada baju baru yang muncul. Model berbeda, warna berbeda, harga yang hampir selalu terasa terlalu murah untuk ditolak. Inilah yang selama ini kita kenal sebagai fast fashion, sebuah fenomena di industri pakaian yang sudah mengubah cara dunia berpakaian secara mendasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Fast fashion secara sederhana bisa dipahami sebagai model bisnis di industri tekstil yang memproduksi pakaian dalam jumlah besar, dengan waktu produksi yang sangat singkat, dan dijual dengan harga yang terjangkau. Tujuannya adalah mengikuti tren secepat mungkin sebelum tren itu berganti lagi. Pakaian tidak lagi dirancang untuk bertahan lama. Ia dirancang untuk cepat dibeli, cepat dipakai, dan cepat diganti.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena ini tidak muncul begitu saja. Jauh sebelum fast fashion ada, pakaian adalah sesuatu yang bernilai tinggi. Orang membeli baju dengan pertimbangan matang karena harganya tidak murah dan proses pembuatannya memakan waktu. Seiring berkembangnya teknologi produksi massal sejak akhir abad ke-20, biaya pembuatan pakaian turun drastis. Industri tekstil mulai bisa memproduksi ribuan potong pakaian dalam waktu singkat, dan harga pun ikut turun. Dari sini, pola konsumsi pakaian perlahan berubah, dari membeli karena butuh, menjadi membeli karena tren.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang kemudian mempercepat segalanya adalah media sosial. Tren fashion yang dulu butuh berbulan-bulan untuk menyebar kini bisa viral dalam semalam. Seseorang memakai sesuatu di internet hari ini, dan minggu depan versi murahnya sudah tersedia di mana-mana. Industri fast fashion tumbuh justru karena mampu bergerak secepat itu, bahkan lebih cepat dari tren itu sendiri. Koleksi yang dulu hanya dirilis dua kali setahun kini bisa berganti setiap minggu, menciptakan siklus konsumsi yang terus berputar tanpa jeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah yang membuat fast fashion menjadi tren yang sulit berhenti. Ia bukan sekadar soal pakaian murah, ia sudah menjadi bagian dari cara kita mengekspresikan diri, mengikuti zaman, dan berinteraksi di dunia yang serba cepat ini. Selama ada tren baru yang muncul, selalu akan ada permintaan untuk memenuhinya dengan cara yang paling cepat dan paling murah. Dan industri fast fashion, sampai hari ini, terus siap melayani itu.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap kali membuka aplikasi belanja online, selalu saja ada baju baru yang muncul. Model berbeda, warna berbeda, harga yang hampir selalu terasa terlalu murah untuk ditolak. Inilah yang selama ini kita kenal sebagai fast fashion, sebuah fenomena di industri pakaian yang sudah mengubah cara dunia berpakaian secara mendasar. Fast fashion secara sederhana bisa dipahami sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-18","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20,"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18\/revisions\/20"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tiara.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}